SUBANG – BOMEN.ID
Rutinitas disetiap hari Jumat bagi warga desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Kabupaten subang, telah jadi budaya atau kebiasaan kerja bakti masal dengan memberi hkan lingkungan desa dari langit ngkungan Kampung hingga jalan Kabupaten .
Salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Cirangkong Kecamatan Cijambe Ruslan , yang akra disapa Maja tersebut , merupakan ketua RW di 02 Banjaran Tengah s laligus frovesinya seorang pengajar di SMP Riadul Zanah di Kecamatan Cijambe mengungkapkan .
Bahwa kegiatan Kerja bakti disetiap hari jumat atau disebut Jumat Bersih ( Jumsih).merupakan kesadaran masyarakat di desanya , setiap hari Jumat seminggu sekali warga desa Cirqngkong dari mulai pengurus RW,BPBD,Tokohasyarakat tidak terkecuali kompak bersama warga. Melakukan kerja bakti mebersihkan lingkungan ,sampai kejalan Raya Kabupaten ,laum lakibawa Cqnhkila ,Golok dan Parang sedangkan Ibu ibu menyapu.
Tujuan bersih – bersih lingkungan ini , karena kebersihak itu sebagian dari Iman juga secara kasat mata sajah kan indah di pandangnya oleh kita sebagai warga.
Apalagi Desa Cirangkong merupakan ibu Kotanya Kecamatan Cijambe ,yah harus kelihatan bersih dan Indah,ujar Ruslan.
Tokoh masyarakat lainya Asep Ucok , berkomentar ,sebenarnya kekompakan warga di perasaan itu masih kuat tinggal yang memimpinya di lingkungannya harus giat awalnya ketika sudah kelamaan masarakat nyadar sendiri kepada keawajibannya. Pemimpin cuma mengintruksikan lewat pengeras suara di bale musawarah bahwa hari ini kerja bakti kebagian Jalan .
Manpaatnya kerja bakti rutin bersihkan jalan kabupaten ,saluran air lancar , kayu atau bambu yang menimbun diatas jalan jadi bersih tidak takut lagi ada ular diatasnya.
Memang seharus kekompakannya adanya keterlibatan aparat di Kecamatan ,misalkan KRPH nya ikut terlibat turun ,karena di daerah Cijambe itu merupakan kawasan Hutan dikawasan Perhutani.
Sehingga ada komando ,ini bersihkan ,ini tenang karena takut bahaya misalkan kalau ada petugasnya ,inimah baru setelah terjadi bencana baru turun tangan itu yang harusnya dirubah budayanya. Ujar Asep.
( H.Ade)











