SUBANG — BOMEN.ID
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 Lomba Menghias Gapura Kantor Kategori Instansi dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kabupaten Subang.
Penghargaan diumumkan pada malam penutupan Subang Fest Vol.10 di Alun-Alun Subang, Sabtu (18/4/2026). Trofi diserahkan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, dan diterima langsung oleh Kepala DP2KBP3A, Yayat Sudrajat.
Pada kategori instansi, Sekretariat Daerah Kabupaten Subang keluar sebagai juara pertama, disusul BKPSDM di posisi kedua, dan DP2KBP3A di posisi ketiga.
Daur Ulang Jadi Daya Tarik
DP2KBP3A tampil menonjol lewat konsep “Gerbang Harmoni: Lingkungan, Budaya, dan Keluarga”—sebuah instalasi gapura yang memadukan estetika tradisional dengan pesan keberlanjutan.
Struktur utama menggunakan bambu, merepresentasikan kekuatan sekaligus fleksibilitas pelayanan publik. Sentuhan budaya Sunda dihadirkan melalui ornamen nyiru, hihid, dan anyaman bambu.
Yang membedakan, sejumlah elemen justru lahir dari limbah. Ornamen menyerupai janur dibuat dari sandal bekas berbahan karet dan spons, sementara lampion disusun dari botol plastik air mineral.
“Ini bukan sekadar dekorasi, tetapi narasi tentang bagaimana limbah bisa diolah menjadi nilai,” demikian pesan yang ingin ditampilkan melalui karya tersebut.
Dua lampion utama diposisikan sebagai simbol kepemimpinan daerah—menerangi arah pembangunan Kabupaten Subang.
Dari Gapura ke Budaya Kerja
Pendekatan ramah lingkungan itu tidak berhenti pada instalasi. DP2KBP3A juga menampilkan praktik pengelolaan sampah melalui komposter sederhana yang menghasilkan pupuk organik dan air lindi.
Pemanfaatan ulang material juga tampak pada area penghijauan, dengan galon bekas yang diubah menjadi pot tanaman.
Di sisi lain, penataan lingkungan kantor turut diperkuat—mulai dari mushola, ruang pelayanan, hingga fasilitas publik seperti toilet dan ruang laktasi—yang mencerminkan standar pelayanan berbasis kenyamanan dan inklusivitas.
Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong, mempertegas budaya kerja kolaboratif di lingkungan perangkat daerah tersebut.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi mengapresiasi partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-78 Kabupaten Subang. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah serta mendoakan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, agar segera pulih dan kembali beraktivitas.
Rangkaian kegiatan, menurutnya, bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap daerah.
Capaian DP2KBP3A menjadi salah satu representasi semangat Subang Ngabret—di mana inovasi, kepedulian lingkungan, dan pelayanan publik bergerak dalam satu arah.
Lewat “Gerbang Harmoni”, DP2KBP3A menunjukkan bahwa karya sederhana dapat menjadi medium pesan besar: pembangunan yang berakar pada budaya, berpihak pada lingkungan, dan berorientasi pada keluarga.











