SUBANG – BOMEN.ID
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga berencana pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Kabupaten Subang
Dr.Drs.H.yayat Sudrajat,M.Si, mengatakan.
Untuk Pencegahan Stunting DP2KBP3A Subang mengerahkan 3.600 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa untuk memberikan penyuluhan kepada ibu hamil, ibu pasca persalinan, ibu yang memiliki balita, dan pasangan calon pengantin (catin).
Sosialisasi Pelayanan KB Baru: Petugas lapangan gencar mengajak masyarakat menjadi peserta KB baru, terutama pada momen-momen khusus seperti Hari Kontrasepsi Sedunia, dengan menyasar Puskesmas dan fasyankes.
Pembinaan Pos KB: Dilakukan pembinaan kapasitas bagi kader Pos KB desa agar menjadi etalase utama penurunan stunting, dengan agenda evaluasi hasil pendampingan (misal: pendampingan calon pengantin, ibu hamil, dan bayi).
Audiensi & Pemantauan: Penyuluh lapangan (PLKB) melakukan audiensi dengan Kemendukbangga/BKKBN Jabar untuk evaluasi Program Bangga Kencana dan rotasi petugas lapangan.
Revitalisasi Kampung KB: Kegiatan difokuskan kembali di desa-desa melalui Kampung KB, melibatkan berbagai stakeholder untuk meningkatkan kesadaran gizi dan KB.
Pemberdayaan Perempuan: Melalui program P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera) dan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).
Materi Penyuluhan:
Pentingnya penggunaan alat kontrasepsi (terutama MKJP/Metode Kontrasepsi Jangka Panjang).
Edukasi pola asuh, gizi seimbang, dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting.











