SUBANG- BOMEN.ID
Untuk tahun 2026 per maret hingga bulan April Data UPTD DP2 KBP3A Kab. Subang Diskristina ,menyebutkan tahun 2026 di bulan maret ada satu kasus Perlindungan perempuan dan 8 kasus Perlindungan anak sedangkan bulan April ini saja sudah menangani Satu kasus Perlindungan Perempuan dan kasus Perlindungan Anak ada 3 kasus.
Menurut kepala UPTD sendiri bahwa seluruh petugas di sebar ke 30 kecamatan hingga mencari informasi menyasar ke desa- desa kesetiap sekola.
Kondisi ini mengundang keprihatinan Anggota DPRD Subang, Eni Garyani yang menyatakan perlu segera mendapatkan upaya penyelesaian.
“Saya sebagai anggota DPRD maupun pribadi, sebagai perempuan sangat prihatin dengan kondisi yang menimpa anak anak kita. Mari kita upayakan bersama bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan secara bertahap,” ujar Hj.Eni Garyani. usai reses sosialisasi UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Eni merasa miris menyaksikan anak-anak berhadapan dengan hukum akibat terlibat kriminalitas, narkoba dan kasus lainnya Eni Garyani berharap dengan adanya KPAD di Subang dapat menjadi solusi masalah ini. Untuk itu, KPAD harus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Dinas Sosial dan lembaga lain.
“Bisa menampung kasus anak, segera membantu menyelesaikan kasusnya. Bagaimanapun mereka adalah generasi bangsa kita,” ujar Eni.
“Mohon pemkab Subang ikut andil membantu anggarannya. Di Kemenag kan ada bagian Pendidikan Islam, ada dinas sosial,” imbuhnya.
Anak nakal, Eni melanjutkan, muncul dari berbagai faktor seperti faktor lingkungan, pergaulan dan dari orang tua mereka sendiri. Orang tua misalnya karena faktor ekonomi, jadi kurang perhatian terhadap anaknya sehingga mudah emosional.
“Faktor-faktor tersebut juga harus mendapat perhatian dari semua agar menjadi pencegahan terhadap timbulnya kekerasan terhadap anak,” pungkas Eni..
Sementara itu Ketua KPAD Subang Nuraeni, menyatakan akan membuka satgas perlindungan anak di tiap kecamatan. Hal itu dilakukan agar penyerapan informasi dan pelaporan mengenai kekerasan terhadap anak bisa lebih cepat.
“Kami KPAD personilnya terbatas, sementara masyarakat Subang saja jumlahnya mencapai 1,5 juta jiwa. Kami tentu perlu bantuan semua pihak,” katanya.
KPAD juga siap menggulirkan program unggulan proteksi terhadap anak. “Kami ke depan juga akan membuat pilot project desa ramah anak di Kabupaten Subang,” pungkas Nuraeni.











