Subang-BOMEN.ID
Munculnya pemberitaan disalah satu Media online. tentang darurat Sampah di Subang dan akan melakukan mogok kerja pengangkut sampah
Kabid Penanggulangan Sampah dan Limbah B.3 di kantor Dinas Lingkungan Hidup (LH) Irwan, mengungkapkan
“Menumpuknya sampah di setiap TPS diantara TPS Jalitri dan pasar Pujasera di karenakan kurang sadarnya warga disekitar, Pemerintah telah menghimbau mengenai larangan membuang sampah di sembarang tempat. Adapun penumpukan sampah diantara Jalitri dan Pujasera telah dilakukan pengangkutan.
Adapun pemberitaan mengenai masalah mogok kerja yang akan dilakukan oleh para pengangkut sampah sumbernya dari mana?.
Silahkan tanya kepada para Sopir dan para petugas pengangkut sampah ,saya telah mengumpulkan mereka setelah adanya pemberitaan tersebut tidak ada yang mengaku dan tidak ada yang mengkonfirmasi”.
Irwan mengaku perihal menerima laporan dari mekanik tentang kerusakan bagian Gardan Mobil pengakut sampah ruksak akibat Medan jalan dari pabrik Suay menuju TPA Banggala kondisi rusak berat jalanya dilewati Truk itu amblas.
Menurut Irwan, Soal keruksakan jalan bukan kewenangan kita melainkan kewenangan dinas PUPR.
Irwan berharap jalan lewat TPA Banggala sesuai harapan pemerintah. Sampah dapat teratasi dengan baik, jalan bagus agar setiap kendaraan bisa mengangkut sampah 2 kali setiap hari dengan optimal
“Sekarang sehari 1 kali saja untung karena Kondisi Jalan nya tidak mendukung” ucap Irwan.
Sementara Kabid Jalan dinas PUPR Subang, David Samsi menyampaikan hal tersebut, dia mengaku sudah berkali kali survei lokasi dan kondisi jalan memang rusak.
David mengatakan ” Namun kendalanya belum ada pelimpahan Aset jalan, status nya belum ada karena status Kontrak kerjasama antara pihak PTPN dengan pemerintah Daerah belum ada. Karena jika dibangun sembarangan kita yang disalahkan “.
Sementara PLT kepala Bidang Kerjasama Setda Subang H. Yoyon saat di temui sedang keluar kantor ucap Salah satu Stapnya.( H.Ade)











