Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi infrastruktur wilayah pada tahun 2026. Hal tersebut di Sampaikan David Samsi.selaku Plt. Kabid Jalan Dinas PUPR Subangdidampingi kordinator perencanaan Rustanto di kantornya.
Dalam penyampaian nya , David Samsi menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Dinas PUPR Subang mendapatkan total anggaran sebesar Rp271 Miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar ditujukan untuk infrastruktur jalan yakni sebesar Rp175 Miliar. Selain itu, anggaran juga disiapkan untuk jembatan sebesar Rp1,9 Miliar, drainase lingkungan Rp4,5 Miliar, drainase perkotaan Rp12,9 Miliar, serta irigasi sebesar Rp3,9 Miliar.
David, menyebutkan bahwa rencana perbaikan jalan tahun ini menargetkan panjang sekitar 37,70 Km. Angka ini melanjutkan perbaikan dari tahun 2025, di mana Dinas PUPR telah berhasil memperbaiki 96,25 Km jalan yang terdiri dari 51,7 Kmjalan cor, 45,18 Km hotmix, dan pembukaan jalan baru sepanjang 2,5 Km.
Terkait teknis pelaksanaan, Rustanto selaku Pejabat Fungsional Perencanaan merinci bahwa terdapat 372 titik lokasi jalan yang akan diperbaiki pada tahun 2026.
Dengan terbagi 84 Paket melalui Ekatalog, kemudian pengadaan langsung 287 titik, dan Sewa kelola tipe2 sebanyak satu paket.
Proses ini sudah selesai, proses survei lokasi, penetapan harga barang, dan perencaan teknis di lapangan.
Menurut Rustanto, tim PUPR sudah menyelesaikan Kerangka Penyusunan, rancangan gambar, dan rincian biaya sejak bulan Maret lalu sekarang sudah berjalan masuk ke proses pengadaan barang dan jasa.
penandatanganan kontrak sudah dimulai sekitar bulan April atau Mei, dan pelaksanaan perbaikan jalan ruksak sedang sudah dilaksanakan dengan target penyelesaian pekerjaan pada bulan Juni-Juli.mendatang
Meskipun memiliki target yang jelas, Rustanto mengakui adanya tantangan di lapangan, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, Dinas PUPR hanya memiliki 45 personil yang dibagi menjadi tiga tim untuk menyurvei 372 titik di 30 kecamatan dengan ruas jalan yang panjang.
Oleh karena itu, penanganan didasarkan pada skala prioritas dari aduan masyarakat serta kondisi kerusakan, baik ringan maupun berat, guna menentukan metode yang tepat antara betonisasi atau hotmix.
Rustanto juga menekankan pentingnya program drainase sebagai penunjang utama, karena drainase yang tersumbat sampah akan mempercepat kerusakan kualitas jalan.
Ditambahkan Kabid jalan David, berdasarkan data Dinas PUPR, dari total 1.163 Km ruas jalan di Kabupaten Subang, terdapat sekitar 58,55 Km dalam kondisi rusak berat, 53,29 Km rusak ringan, dan 200 Km yang memerlukan pemeliharaan rutin.
Untuk menuntaskan target jalan leucir, David menyatakan pihaknya tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga aktif menjemput bola anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Sedangkan David mengajak masyarakat untuk bersabar menanti giliran perbaikan dan turut serta merawat infrastruktur yang sudah dibangun dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan merusak badan jalan.utasnya( Ade )











