Bandung- Bomen.id
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melemparkan gagasan baru terkait sistem pembiayaan infrastruktur jalan di Jawa Barat.
Ia berencana menghapus pajak kendaraan bermotor dan menggantinya dengan skema jalan berbayar bagi para pengguna jalan.
Menurut Dedi, sistem tersebut dinilai lebih adil karena masyarakat hanya membayar ketika menggunakan jalan. Sementara warga yang tidak menggunakan fasilitas jalan tidak akan dikenakan biaya.
“Menggunakan jalan baru bayar. Jalan tidak digunakan, tidak usah bayar. Hal ini untuk mewujudkan rasa keadilan,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menjelaskan, kebijakan itu merupakan bagian dari visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih berkualitas.
Jalan provinsi diharapkan menjadi lebih mulus, memiliki drainase memadai, dilengkapi CCTV, penerangan jalan umum, hingga pos pengamanan lengkap dengan mobil derek, ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan tim paramedis.
Dedi menilai penerapan jalan berbayar juga dapat mengurangi penggunaan jalan untuk aktivitas yang tidak penting sehingga lalu lintas menjadi lebih nyaman dan tertata.
Meski demikian, mantan Bupati Purwakarta tersebut menegaskan bahwa rencana penghapusan pajak kendaraan bermotor masih sebatas gagasan awal.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan tim kajian yang melibatkan akademisi, pakar, serta berbagai pihak terkait untuk mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan tersebut.
“Ini baru gagasan. Tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah bersama para akademisi dan pakar,” katanya.
Wacana tersebut langsung memicu perhatian publik, mengingat pajak kendaraan bermotor selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah terbesar di Jawa Barat.
Pemerintah pun diperkirakan akan menghadapi tantangan besar dalam merancang mekanisme jalan berbayar yang efektif dan tetap berpihak kepada masyarakat.











