SUBANG- BOMEN.ID
Puluhan siswa SD Negeri Rosela Indah 3, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendapat pengalaman berbeda pada awal tahun ajaran baru. Mereka diajak mengunjungi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirkareumbi 03 untuk melihat secara langsung proses penyediaan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari pengolahan bahan hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Kegiatan edukatif tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya pola makan sehat sekaligus memperkenalkan bagaimana makanan bergizi yang mereka konsumsi setiap hari diproses sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
Setibanya di lokasi, seluruh peserta diwajibkan mengikuti prosedur sanitasi sebelum memasuki area dapur. Para siswa dan guru mengenakan perlengkapan pelindung seperti penutup kepala dan perlengkapan kebersihan lainnya sebagai bagian dari penerapan standar higienitas di lingkungan dapur.
Selama berada di dalam fasilitas SPPG, para siswa diperlihatkan berbagai tahapan produksi makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah penerima program MBG.
Antusiasme terlihat dari para siswa yang aktif mengajukan pertanyaan kepada petugas mengenai proses memasak serta cara menjaga kualitas makanan agar tetap aman dikonsumsi.
Salah seorang siswa, Abdurahmad Muhammad Hasan, mengaku senang bisa melihat langsung proses penyediaan makanan yang selama ini diterimanya di sekolah.
“Saya senang bisa melihat langsung dapur MBG. Ternyata bersih dan makanannya dibuat dengan baik. Semoga program ini terus ada karena bisa membantu memenuhi gizi dan menghemat uang jajan,” ujar Abdurahmad.
Kepala SD Negeri Rosela Indah 3, Lilis Yuliah, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas. Menurutnya, pengalaman melihat langsung proses pengolahan makanan akan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga pola makan sehat dan menghargai makanan yang diterima setiap hari.
“Kami ingin siswa mengetahui bahwa makanan yang mereka konsumsi diproses secara higienis dan sesuai standar. Dengan melihat langsung dapur SPPG, mereka menjadi lebih percaya dan memahami pentingnya menjaga pola makan bergizi,” kata Lilis.
Sementara itu, Pemilik SPPG Pasirkareumbi 03, Niko Rinaldo, menjelaskan seluruh proses produksi makanan diawasi secara ketat agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga. Penyusunan menu dilakukan bersama tenaga ahli gizi sehingga makanan yang disajikan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai kelompok usianya.
Selain memperhatikan nilai gizi, pihaknya juga berupaya menyajikan menu yang bervariasi agar anak-anak tidak merasa bosan saat mengikuti program MBG.
“Menu yang kami sajikan disusun bersama ahli gizi sehingga kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Selain itu, kami juga berupaya membuat menu yang menarik dan sesuai selera anak-anak, bahkan sering menyesuaikannya dengan masukan dari para siswa,” ujar Niko.
Saat ini, SPPG Pasirkareumbi 03 memproduksi lebih dari 2.500 porsi makanan bergizi setiap hari. Seluruh makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga balita yang menjadi sasaran program melalui posyandu di wilayah layanan dapur.
Program Makan Bergizi Gratis yang kembali berjalan pada tahun ajaran baru tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga menjadi bentuk edukasi bagi siswa mengenai pentingnya pola hidup sehat sejak usia dini. Di sisi lain, program ini turut membantu meringankan beban ekonomi keluarga dengan menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi para pelajar(Ade)











