SUBANG- BOMEN.ID
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang,Dr.H.Heri Sopandi menginstruksikan setiap sekolah untuk memaksimalkan alokasi dana BOS sebesar 20% guna membiayai pemeliharaan dan perbaikan sarana prasarana.
Kebijakan ini difokuskan untuk mengatasi kerusakan pada lebih dari 2.000 ruang kelas di seluruh wilayah Subang secara bertahap hingga tahun 2029.
Program dan arahan strategis dari Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, mengenai penggunaan dana BOS tersebut mencakup beberapa poin penting:
Fokus Perbaikan Ruang Kelas: Anggaran BOS yang dialokasikan khusus untuk pemeliharaan digunakan untuk intervensi mandiri oleh pihak sekolah kata Kadisdik Subang,dalam menangani kerusakan lokal, mengingat kebutuhan perbaikan seluruh ruang kelas mencapai angka Rp858 miliar.
Optimalisasi Anggaran Dari total dana BOS Kabupaten Subang yang mencapai Rp233 miliar per tahun, alokasi wajib sebesar 20% untuk pemeliharaan dinilai sangat signifikan untuk memperbaiki infrastruktur yang kurang memadai.
Kepatuhan dan Tertib Administrasi: Kepala sekolah selaku manajer dana BOS diwajibkan untuk benar-benar merealisasikan alokasi 20% tersebut sesuai ketentuan juknis BOSP yang berlaku guna mencegah temuan pemeriksaan atau penyelewengan.
Disdikbud menargetkan dengan konsistensi penggunaan dana 20% tiap tahunnya, perbaikan infrastruktur sekolah di Subang dapat diselesaikan secara bertahap hingga tuntas pada tahun 2029. .
Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMPN 1Cijambe ,karnah Haryati ,SP.d. menjelaskan sekolah Cijambe memiliki siswa 758, dengan memiliki ruang kelas 25 ruang kelas , dana 20% untuk pemeliharaan sebesar Rp.140 juta lebih dipergunakan untuk perbaikan 4 ruang kelas bagian yang Ruksak , ada yg bagian pelapon, ada yang kusen ada juga yang bagian tembok yang terkelupas.
Alhamdulilah selesai di perbaiki, namun di SMPN1 Cijambe seluruhnya memiliki ruang kelas sebanyak 25 ruang kelas kebetulan ada 13 yang kondisi Ruksak dan sudah di usulkan ke kementrian dalam program Revitalisasi.
Pihak Kementrianpun sudah meninjau lokasi dan sudah terdaftar di dapodik nya ,sampai sekarang masih menunggu kepastiannya, untuk anggaran tahun 2025 kita kebagian rehab dua ruang kelas.
.(H.Ade)











